Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Senin, 07 Juni 2010

Gedung DPRD Dirusak Pendemo


WATAMPONE -- Aksi demonstrasi yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Bone di gedung DPRD Bone, Sabtu, 5 Juni, berakhir ricuh. Pengunjuk rasa yang merasa kecewa merusak beberapa fasilitas gedung wakil rakyat tersebut.

Awalnya, aktivis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah hanya melakukan aksi damai memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kekecewaan pendemo dipicu tidak seorangpun anggota dewan yang menemui dan menerima aspirasi mereka.

"Padahal kami sudah bersurat sehari sebelum melakukan aksi. Tapi tak satupun anggota dewan yang menerima kami," ujar salah seorang mahasiswa yang mengaku bernama Wawan.

Mahasiswa yang merasa tidak dilayani para wakil rakyat di gedung DPRD akhirnya habis kesabaran. Mereka melakukan aksi pelemparan yang mengakibatkan dua kaca di gedung DPRD pecah. Berbagai fasilitas kantor juga dibanting, bahkan beberapa di antaranya dibakar.

Aksi mahasiswa yang sudah kalap langsung ditindaki polisi yang mengawal aksi unjuk rasa. Polisi langsung bergerak cepat memadamkan api, sehingga fasilitas kantor tidak habis terbakar.

Sekretaris DPRD Bone, Andi Sumardi Suaib mengaku sangat menyesalkan tindakan mahasiswa yang melakukan pengrusakan terhadap fasilitas pelayanan publik. "Mahasiswa seharusnya punya pikiran cerdas dan harus sabar," sesalnya.

Pengunjuk rasa di gedung DPRD, kata dia, seharusnya menelponnya, sehingga tujuan kedatangannya bisa disampaikan kepada salah seorang anggota dewan untuk datang menemui mereka.

Sumardi mengatakan, gedung DPRD Bone memang kosong karena Pemerintah Kabupaten Bone memberlakukan lima hari kerja. Sabtu dan Minggu merupakan hari libur, sehingga tak satupun anggota dewan yang masuk kerja.

"Memang ada surat yang mereka kirim ke DPRD melalui Bagian Humas. Tetapi dalam surat tidak tercantum jadwal penyampaian aspirasi mereka," ungkap Sumardi.

Dalam aksinya, mahasiswa meminta agar Hari Lingkungan Hidup dijadikan momen penyadaran agar lingkungan tidak dicemari limbah. Mahasiswa juga tidak setuju dengan banyaknya hutan yang terus digunduli. (far)

Berita Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME