Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Sabtu, 30 Agustus 2014

Banyak Orang Bone yang Hebat di Luar

Orang-orang Bone ternyata jauh lebih hebat ketika berada di luar daerahnya. Sebaliknya jika berada di tanah leluhurnya, tidak ada apa-apanya. Namun Bone baru bisa berkembang dan maju jika orang Bone yang hebat di luar itu, memberi kontribusi pemikiran ide guna menempatkan Bone lebih hebat lagi pada masa ini.

Demikian ditegaskan Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si., ketika memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal, Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB), selasa 12/08/2014 di Hotel Sahid Makassar. Pembawa hikmah, Dosen UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Djuhannis.

Acara Halal bi Halal ini turut dihadiri orang-orang Bone di Makassar diantaranya; Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Sulsel, H. Andi Mualim, S.H., Andi Altin Noer, Prof. Dr. Andi Muin Fahmal, S.H., M.H.,  Dr. H. Ilham Arief Siradjuddin, M.M,. Drs. Andi Syahri Widjaya, M.M; Drs. Andi Mappamadeng Rukka, Drs. H. Rachmat Tjantring,M.M.

Ketua KKMB, H. Andi Muallim, S.H. Bersama dengan Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, MSi., Dr. Ir. Ilham Arief Siradjuddin, M.M., Drs.H.A.Pahrum Pawi,M.T.P. dan tokoh masyarakat Bone lainnya. Hadir pula Prof. Dr. Syamsul Ridjal, MS. Pengurus KKMB Selayar, Ny. Hj. Norma Syahrir, KKMB Parepare, Drs. Tadjuddin Kammisi.

Sebagai informasi bahwa, Bone dikenal sebagai salah satu wilayah di Sulsel dengan professor lebih dari 100 oang. Potensi sumber daya manusia berkualitas asal Bone itu, akan lebih bagus jika mereka membagi-bagi kepintaran dan kecerdasan untuk menjadikan Bone semakin lebih maju dan diperhitungkan, ungkap Bupati Bone.

“Memacu kualitas pendidikan di Bone, tahun ini masyarakat Bone sudah mulai mengalami peningkatan, jika tahun-tahun sebelumnya hanya berada pada peringkat 18 maka tahun 2014, peringkat itu melaju naik pada rangking delapan Sulsel,” ungkap  H.A.Fahsar M.Padjalangi.

" APBD Kabupaten Bone  hanya sekitar  1,4 trilyun, dari jumlah tersebut,  900 milyar  dihabiskan untuk membayar gaji pegawai atau sekitar 68%  dan selebihnya  untuk membiayai pembangunan atau 500 milyar rupiah. “ ujar  bupati Bone. Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si.

Acara berlangsung cukup dinamis dan diselingi dengan tawa, apalagi pembawa acara Abd. Rodjak, dalam sandiwara Petta Puang mengawal acara sampai akhir sekitar pukul 23.00 wita. selain itu juga tampil penari Bissu dari Bone.  Acara berlangsung sukses dan meriah berkat kerja keras dari para panitia Ketua dan Sekretaris, Prof. Dr. Farida Patitingi,S.H., M.Hum, Hj. Rusni Kasman, S.H,M.Kn. serta dukungan dari Sekretaris KKMB, Ir. H. Andi Bakti Haruni, CES dan panitia lainnya.

Oang-orang Bone di luar banyak berkiprah  dan  sukses di dunia pendidikan, politik, militer, pemerintahan, dan ekonomi  baik di dalam negeri maupun luar negeri . Jika mereka-mereka meluangkan waktu setahun sekali saja pulang dan melirik tanah leluhurnya maka niscaya Bone akan lebih maju dan berkembang seperti daerah lainnya. Hal ini merupakan tantangan KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone). Iya, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi? (bone.go.id)

Proyek Rehabilitasi Jalan Bermasalah

Proyek rehabilitasi pemeliharaan jalan paket satu meliputi, Jl Durian, Jl Salak, Jl Hos Cokroaminoto, Jl Arif Rahman Hakim dan Jl Majang tidak sepenuhnya dikerjakan.

Dari pantauan media, Jumat (29/8/2014), selain belum sepenuhnya dikerjakan, proyek itu juga tidak memiliki papan informasi. Kuat dugaan, papan proyek sengaja disembunyikan oleh pihak rekanan PT Ridwan Jaya Lestari yang merupakan milik Jefri.

Nilai kontrak pemeliharaan jalan ini senilai Rp 4.860.798.000 miliar dengan waktu 150 hari kelender dan terhitung tanggal 1 April 2014 lalu.

Tak hanya itu, pihak pelaksana juga tidak memperhatikan keselamatan masyarakat, lantaran tidak memberi tanda-tanda berupa garis pembatas di lokasi galian. Bukan hanya itu, pihak rekanan juga tidak menyiram bekas galian yang akan diaspal. Akibatnya, jika kendaraan melintas debu bertebrangan. (*)  (tribun-timur.com)

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME