Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Selasa, 19 Januari 2010

Bandara Awangpone Sudah Habiskan Rp 23 M


Fajar, Selasa, 19-01-10. Bandar udara (bandara) di Desa Mappalo Ulaweng, Kecamatan Awangpone Bone masih terus dikerjakan. Hingga Senin 18 Januari, pekerjaan sudah memasuki tahap perataan dan pengerasan tanah. Kedua tahap tersebut sudah menghabiskan anggaran sekira Rp 23 miliar lebih.

Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Bone, Andi Muslimin di Watampone, Senin 18 Januari mengatakan, dana pembangunan Bandara Awangpone tersebut sangat besar. "Untuk biaya perataan dan pengerasan tanah saja sudah menghabiskan Rp 23 miliar lebih.

Bagian lain belum apa-apa," ujarnya. Meski demikian dia mengaku tidak mengetahui jumlah pastinya anggaran yang dibutuhkan. Dishub Bone tidak dilibatkan dalam pembangunan bandara tersebut. Dishub hanya diberi tugas memantau jalannya pembangunan. "Tugas kami hanya memantau. Biasanya kami turun memantau sekali dalam sepekan," ungkapnya.

Untuk sementara lanjutnya, pembangunan bandara terhenti dengan alasan dana habis. Bila dana sudah ada menurut dia, maka pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan kantor dan pengecoran
landasan. "Namun saya tidak tahu kapan anggaran selanjutnya cair. Dana itu berasal dari pusat," tambahnya.

Selain perataan dan pengerasan tanah lanjut Andi Muslimin, sebagian pagar juga sudah terpasang. "Penimbunan juga sebagian belum mencakup luas areal bandara," imbuhnya. Bandara Awangpone tersebut rencananya dibangun di atas lahan seluas 60 hektare. Namun, sampai saat ini penimbunan masih 40 hektare. Sisanya, 20 hektare masih berupa sawah. Bandara itu mulai dikerjakan 2009 lalu. Rencananya bandara tersebut rampung 2011 mendatang

Berita Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME