Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Minggu, 10 Juni 2012

Mabissu, Antara Tarian dan Aksi Debus

Aksi kekebalan tubuh terhadap senjata tajam atau Debus, nyatanya tidak hanya ada di Banten, Jabar. Sulawesi Selatan juga punya Tari Mabissu. Dalam pertunjukkan ini, penari akan menusuk-nusuk tubuhnya dengan badik

Tarian yang dimainkan oleh enam penari pria ini, awalnya terlihat biasa saja. Layaknya tarian pada umumnya, Mabissu diiringi oleh tabuhan gendang yang berirama khas. Dalam gerakannya, keenam penari ini melantunkan mantra-mantra mistis dalam bahasa To Rilangi (bahasa kuno suku Bugis).
Pertunjukkan seni ini sering ditampilkan pada perayaan Hari Jadi Bone ini, kental dengan aroma mistis. Selain lantunan mantra-mantranya, di arena pertunjukkan ini juga tersaji berbagai sesajen. Sesajen ini terdiri atas kue-kue tradisional Bugis, buah-buahan, ayam, kepala kerbau, dan sapi sebagai persembahan kepada roh leluhur.

Ada yang unik dari pertunjukkan seni ini, yaitu pakaian yang digunakan oleh penari. Melansir buku panduan "Pariwisata Nusantara" , keenam penari berdandan seperti perempuan dengan pakaian berwarna keemasan dan badik terselip di pinggang.
Ya, penari Mabissu biasanya menggunakan pakaian berwarna terang. Celana berpadu rok berwarna hijau, biru muda, kuning, dan merah menjadi pelengkap yang nyentrik.

Seiring musik mengalun, para penari mengelilingi Arajangegnge (benda yang dikeramatkan) sambil menggerakan tangannya dengan gemulai. Awalnya, gerakan penari-penari ini terlihat lambat. Namun, lama-kelamaan gerakannya semakin cepat.

Ketika sang penari semakin tak terkendali, tangan mereka langsung mengeluarkan badik yang terselip di pinggangnya. Seolah ada pengendali lain di dalam tubuhnya, para penari terlihat tak mampu melawannya. Mereka pun langsung menusuk-nusukan seluruh tubuhnya dengan badik tersebut. Nah, bagian ini dikenal sebagai Magiri.

Tak jarang, beberapa penari sampai terjatuh saat melakukan Magiri. Meskipun, tusukan senjata tajam mengenai hampir di sekujur tubuhnya tak ada satu pun luka yang terlihat
Atraksi seni yang bisa membuat ngilu ini, hanya boleh dilakukan oleh penari Mabissu. Walaupun terlihat mengerikan, tetap saja Tari Mabissu menjadi salah satu pemikat perhatian wisatawan yang beruntung menyaksikannya karena Mabissu tidak dilakukan setiap hari.
Jangan sekali-kali mencobanya! Bila tidak mempunyai keahlian khusus, bisa-bisa Anda terluka terkena benda tajam.

sumber : traveldetik.com

Berita Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME