Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Sabtu, 01 Mei 2010

Kahu Terpilih Jadi Ibukota Bone Selatan

Fajar-- Pengkajian batas wilayah pemekaran dan penetapan ibukota Kabupaten Bone Selatan (Bonsel) sudah rampung. Tim pengkaji dari Universitas Hasanuddin (Unhas) tinggal membuat kesimpulan dan menyerahkan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone.


Hal itu diungkapkan Ketua Forum Pemekaran Bone Selatan (FPBS), Suaedi di Watampone, Jumat 30 April. Menurut dia, tim pengkaji telah menyelesaikan kajian yang dibutuhkan dalam menetapkan batas wilayah dan penentuan ibukota kabupaten.

Mereka telah mengumpulkan data yang diperlukan dari masyarakat. Semua data itu telah mereka terima. Sebagian masyarakat memilih Kecamatan Kahu menjadi ibukota Kabupaten Bonsel. "Tapi kami menyerahkan semuanya ke tim pengkaji untuk menentukan daerah mana yang layak dijadikan ibukota kabupaten," ujar Suaedi.

Menurut Suaedi, terpilihnya Kecamatan Kahu menjadi ibukota Kabupaten Bonsel bukan tanpa alasa. Kecamatan itu mempunyai fasilitas yang layak. Selain itu lanjutnya, letak Kahu sangat strategis dibanding daerah lain. "Di sana juga potensi daerahnya sangat bagus. Jumlah penduduknya banyak dan juga kesiapan SDM-nya sangat mendukung," jelasnya.

Suaedi mengaku sebelumnya tim pengkaji sempat menanyakan bagaimana bila ada orang di luar Bone yang ingin maju menjadi bupati. "Tidak masalah, asal mereka ingin membangun Bonsel. Yang jadi masalah kalau mereka masuk dan merusak tatanan yang ada. Masyarakat Bonsel siap menerima siapa saja," tambahnya.

Menurut Suaedi, pemekaran Bonsel terjadi bukan karena ada unsur politik, tapi mereka ingin ada perubahan administrasi. Selain itu, Kabupaten Bone sangat luas. Jadi sepantasnya dimekarkan. Masyarakat Bonsel juga sangat sulit menjangkau ibukota Bone, Watampone karena terlalu jauh.

"Kami siap memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan, termasuk membangun kantor bupati dan gedung DPRD. Saya optimis Bonsel akan jadi daerah agrowisata dengan beberapa aset daerah yang dimiliki. Kami ingin Bonsel menjadi daerah percontohan bagi kabupaten lain," janjinya.

Untuk diketahui, ada enam kecamatan yang rencananya masuk dalam Kabupaten Bonsel. Keenamnya masing-masing Kecamatan Bontocani, Patimpeng, Salomekko, Kahu, Libureng, dan Kecamatan Kajuara.

Berita Terkait :

0 komentar:

Posting Komentar

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME