Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Sabtu, 30 Agustus 2014

Banyak Orang Bone yang Hebat di Luar

Orang-orang Bone ternyata jauh lebih hebat ketika berada di luar daerahnya. Sebaliknya jika berada di tanah leluhurnya, tidak ada apa-apanya. Namun Bone baru bisa berkembang dan maju jika orang Bone yang hebat di luar itu, memberi kontribusi pemikiran ide guna menempatkan Bone lebih hebat lagi pada masa ini.

Demikian ditegaskan Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, M.Si., ketika memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal, Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB), selasa 12/08/2014 di Hotel Sahid Makassar. Pembawa hikmah, Dosen UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Hamdan Djuhannis.

Acara Halal bi Halal ini turut dihadiri orang-orang Bone di Makassar diantaranya; Ketua Badan Pengurus Wilayah (BPW) Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone (KKMB) Sulsel, H. Andi Mualim, S.H., Andi Altin Noer, Prof. Dr. Andi Muin Fahmal, S.H., M.H.,  Dr. H. Ilham Arief Siradjuddin, M.M,. Drs. Andi Syahri Widjaya, M.M; Drs. Andi Mappamadeng Rukka, Drs. H. Rachmat Tjantring,M.M.

Ketua KKMB, H. Andi Muallim, S.H. Bersama dengan Bupati Bone, Dr. H. A. Fahsar M. Padjalangi, MSi., Dr. Ir. Ilham Arief Siradjuddin, M.M., Drs.H.A.Pahrum Pawi,M.T.P. dan tokoh masyarakat Bone lainnya. Hadir pula Prof. Dr. Syamsul Ridjal, MS. Pengurus KKMB Selayar, Ny. Hj. Norma Syahrir, KKMB Parepare, Drs. Tadjuddin Kammisi.

Sebagai informasi bahwa, Bone dikenal sebagai salah satu wilayah di Sulsel dengan professor lebih dari 100 oang. Potensi sumber daya manusia berkualitas asal Bone itu, akan lebih bagus jika mereka membagi-bagi kepintaran dan kecerdasan untuk menjadikan Bone semakin lebih maju dan diperhitungkan, ungkap Bupati Bone.

“Memacu kualitas pendidikan di Bone, tahun ini masyarakat Bone sudah mulai mengalami peningkatan, jika tahun-tahun sebelumnya hanya berada pada peringkat 18 maka tahun 2014, peringkat itu melaju naik pada rangking delapan Sulsel,” ungkap  H.A.Fahsar M.Padjalangi.

" APBD Kabupaten Bone  hanya sekitar  1,4 trilyun, dari jumlah tersebut,  900 milyar  dihabiskan untuk membayar gaji pegawai atau sekitar 68%  dan selebihnya  untuk membiayai pembangunan atau 500 milyar rupiah. “ ujar  bupati Bone. Dr.H.A.Fahsar M.Padjalangi, M.Si.

Acara berlangsung cukup dinamis dan diselingi dengan tawa, apalagi pembawa acara Abd. Rodjak, dalam sandiwara Petta Puang mengawal acara sampai akhir sekitar pukul 23.00 wita. selain itu juga tampil penari Bissu dari Bone.  Acara berlangsung sukses dan meriah berkat kerja keras dari para panitia Ketua dan Sekretaris, Prof. Dr. Farida Patitingi,S.H., M.Hum, Hj. Rusni Kasman, S.H,M.Kn. serta dukungan dari Sekretaris KKMB, Ir. H. Andi Bakti Haruni, CES dan panitia lainnya.

Oang-orang Bone di luar banyak berkiprah  dan  sukses di dunia pendidikan, politik, militer, pemerintahan, dan ekonomi  baik di dalam negeri maupun luar negeri . Jika mereka-mereka meluangkan waktu setahun sekali saja pulang dan melirik tanah leluhurnya maka niscaya Bone akan lebih maju dan berkembang seperti daerah lainnya. Hal ini merupakan tantangan KKMB (Kerukunan Keluarga Masyarakat Bone). Iya, kalau bukan kita siapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi? (bone.go.id)

Proyek Rehabilitasi Jalan Bermasalah

Proyek rehabilitasi pemeliharaan jalan paket satu meliputi, Jl Durian, Jl Salak, Jl Hos Cokroaminoto, Jl Arif Rahman Hakim dan Jl Majang tidak sepenuhnya dikerjakan.

Dari pantauan media, Jumat (29/8/2014), selain belum sepenuhnya dikerjakan, proyek itu juga tidak memiliki papan informasi. Kuat dugaan, papan proyek sengaja disembunyikan oleh pihak rekanan PT Ridwan Jaya Lestari yang merupakan milik Jefri.

Nilai kontrak pemeliharaan jalan ini senilai Rp 4.860.798.000 miliar dengan waktu 150 hari kelender dan terhitung tanggal 1 April 2014 lalu.

Tak hanya itu, pihak pelaksana juga tidak memperhatikan keselamatan masyarakat, lantaran tidak memberi tanda-tanda berupa garis pembatas di lokasi galian. Bukan hanya itu, pihak rekanan juga tidak menyiram bekas galian yang akan diaspal. Akibatnya, jika kendaraan melintas debu bertebrangan. (*)  (tribun-timur.com)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Semua Pasangan Yakin dengan Nomor Urut

Pasangan calon bupati dan wakil bupati Pemilukada Bone kompak mengaku senang atas nomor urut yang diperoleh saat pencabutan nomor urut di Gedung Lestari, Jalan HOS Cokroaminoto, Jumat, 19 Oktober. 
Pasangan Fahsar M Padjalangi-Ambo Dalle (TAFA'DAL) yang diusung Golkar langsung berpelukan setelah tahu kebagian nomor urut 4. 

Fahsar mengaku 4 adalah angka yang sesusai dengan jumlah program andalannya. "Angka 4 juga angka kemenangan yang akan mendudukkannya sebagai bupati. Karena bentuknya bentuk kursi," jelasnya. 
Pasangan dari PAN, A Taufan Tiro- A Promal Pawi yang mendapat urut tiga jadi terkenang saat pemilu legislatif lalu. "Angka inilah yang memenangkan saya pada pemilihan legislatif lalu,"kata  A Taufan Tiro. 

Mappamadeng  Dewang-HAM Said Pabokori yang meraih urut 5 menilai angka tersebut pemberian tuhan. Mappamadeng optimis angka 5 akan keluar sebagai pemenang. 
Mustaman yang menggandeng Sultan Pawi mengatakan nomor 1 adalah angka kemenangan dan keberuntungan. "Semoga dapat menjadi nomor dalam perolehan suara nantinya," harap Sultan. 

Pasangan perseorangan, Mangunsidi-Sumardi Sulaeman menilai angka 6 adalah angka genap dan angka terakhir dari 6 pasangan calon. Menurut Sumardi, sebagai angka penutup, maka 6 akan mempersatukan semua angka dari pasangan lainnya. "Kita berharap dengan angka 6 menjadi kekuatan mempersatukan pilihan masyarakat kepada pasangan Tomasse'di,"jelasnya. 

Sementara itu, Irsan Idris Galigo-Yuslim Patawari yang memperoleh angka 2 menilai angka tersebut sesuai harapan. Selain sebagai simbol perdamaian dan kemenangan, Irsan mengaku angka dua sesuai dengan statusnya dengan Yuslim sebagai anak kedua.  sumber : fajar.co.id

Jumat, 28 September 2012

PKS Bone Siap Menangkan Tafa'dal dan IA

Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel Andi Akmal Pasluddin menghimbau kepada seluruh pengurus DPD PKS Bone untuk bergerak memenangkan calon yang diusung partainya dengan tidak melihat latar belakang partai pengusung calon itu. 

Dihadapan pengurus DPD PKS Bone, Andi Akmal menyebutkan bahwa PKS bukan mendukung partai pengusungnya melainkan calonnya.

"PKS full tim memenangkan calon dan itu sudah dilaksanakan. Untuk Pilbup Bone kami akan memenangkan Fahsar-Ambo Dalle sedangkan di Pilgub Untuk Ilham-Azis," jelas Akmal dihadapan pengurus DPD PKS Bone saat berkunjung di Sekertariat DPD PKS Bone, Kamis (27/9/212) sore.

Menurutnya, Kabupaten Bone merupakan daerah strategis sekaligus barometer selain Kota Makassar dalam menguji kekuatan politik partai. Sehingga PKS di Kabupaten Bone wajib memenangkan semua calon yang diusung PKS baik untuk Pilbup maupun Pilgub dengan memfasilitasi calon mendapatkan suara masyarakat

Kecewa dengan Tim Tafa'dal, 15 Pengurus Golkar Akan Mundur

SEJUMLAH pengurus harian DPD Golkar Bone dalam waktu dekat ini bakal mengundurkan diri dari kepengurusan partai. Alasannya, mereka tidak dapat melaksanakan amanah partai dalam mendukung calon yang diusung Golkar di Bone, Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle.

Wakil Sekretaris DPD Golkar Bone, Andi Emil Mattottorang, Rabu, 26 September mengatakan, sekitar 15 orang akan mengundurkan diri sebagai pengurus harian Golkar Bone. Hanya saja, mereka berusaha menutup sikap loyalisme mereka ke Idris Galigo dengan beralasan pengunduran diri tidak ada sangkut pautnya dengan pengunduran diri Bupati Bone, HAM Idris Galigo. 
   
Mereka yang akan mengundurkan diri sebagai Pengurus Harian DPD Golkar Bone itu, kata Emil, akan fokus memenangkan kandidat pasangan jalur perseorangan calon bupati dan wakil bupati Bone, A Irsan Idris Galigo-A Yuslim Patawari. Langkah itu, kata dia, karena mengikuti hati nurani saja.

Sementara itu, Ketua Golkar Kecamatan Tanete Riattang Timur, H Rusli, secara resmi sudah menyatakan pengunduran dirinya sebagai Ketua Golkar kecamatan sejak Senin, 24 September lalu di Sekretariat DPD Golkar Bone.

Rusli mundur karena merasa tidak dilibatkan dalam sejumlah kegiatan calon bupati dan wakil bupati yang diusung Partai Golkar. Dirinya, kata dia, sebagai ketua Golkar di tingkat kecamatan sepertinya sudah tidak memiliki kewenangan dan fungsi, karena selama ini yang berperan hanya tim dari TAFADAL saja. Padahal, yang mengusung TAFA'DAL adalah Golkar.

Dia menambahkan, pengunduran dirinya itu juga disertai dengan pengunduran diri sejumlah pimpinan Golkar di tingkat kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Timur. "Lebih baik kami mengundurkan diri saja, karena setelah TAFADAL diusung, kami sudah tidak pernah difungsikan lagi,"kata dia.

Plt Ketua Golkar Bone, A Akbar Yahya membenarkan, pengunduran diri dari Ketua Golkar Kecamatan Tanete Riattang Timur itu. Dia mengaku sudah menerima surat pengunduran diri yang bersangkutan. Akbar mengatakan, pengurus sudah menggelar rapat dan akan menunjuk Plt Ketua Golkar Kecamata Tanete Riattang Timur.

Sementara itu, Fahsar Padjalangi bergerilya mengamankan dukungannya di Pilbup Bone Januari mendatang. Jagoan Golkar ini memaksimalkan dukungan dengan menyisir wilayah Bone Selatan. Mulai dari Kecamatan Salumekko, Kajuara, Kahu, dan Mare. Bahkan Fahsar mencoba menjejaki jaringan keluarga di Sinjai untuk memperkuat basis dukungan.

Fahsar mengumpulkan para kepala desa di beberapa titik untuk memberikan dukungan penuh pada dirinya. Para kepala desa tersebut secara politis sudah menyatakan kesiapan memenangkan Fahsar di daerahnya masing-masing.

Fahsar yang ditemui saat mampir di Warkop Tekolampe Sinjai, , Selasa, 25 September mengatakan sikap politik kepala desa tidak bisa dipungkiri akan sangat berpengaruh pada perolehan suara nantinya. Alasannya, para kepala desa sudah memiliki basis massa pendukung setidaknya saat maju dalam perebutan kursi kepala desa. sumber : fajar.co.id

Rabu, 26 September 2012

Seorang Kakek Mendaftar Cabub Bone di KPU

Seorang kakek mengenakan songkok haji dan sorban mendatangi Komisi Pemilihan Umum Bone dengan membawa berkas pendaftaran Calon Bupati Bone, Minggu (9/9/2012) siang.

Kakek bernama Andi Abdul Jalil (65) mendatangi KPU yang dijaga ketat Brimob Detasemen C dan Satpol PP dengan alasan guna mendaftarkan dirinya sebagai Calon Bupati Bone.

Kakek yang diyakini memiliki penyakit kejiwaan ini datang sendiri dengan mengendarai mobil angkot dengan membawa tas yang berisi golok. Tanpa menghiraukan pengawas, kakek ini menyodorkan berkasnya kepada petugas KPU. Kakek ini juga membawa berkas lengkap persyaratan sebagai Calon Bupati Bone. Saat ditanyai partai yang digunakan, kakek ini dengan yakinnya menjawab ia mendaftar dengan menyesuaikan diri.

"Jika pendaftaran yang dibuka sekarang ini untuk partai maka saya menggunakan partai Golkar, jika sekarang untuk independen maka saya mendaftar independen," ungkapnya.
Kakek yang berasal dari Kabupaten Mare ini kemudian diamankan oleh Satuan Brimob yang bertugas jaga di Kantor KPU Bone.

Selasa, 18 September 2012

Pilkada Bone Diprediksi Panas

Pilkada bone yang berlangsung bersamaan pilgub sulsel januari 2013, diprediksi akan berlangsung panas' karna aroma pertarungan' A. Fashar yang menggandeng Ambo Dalle akan ditantang putra bupati bone A. Irsan Galigo' artinya pertarungan balas dendam akan diusung kubu A. Fashar. Tetapi putra bupati A. Irsan tidak gentar dan siap meladeni rival utama ayahnya di pilkada bone 2008 lalu ini.

Lalu bagaimana peluang kandidat calon bupati yang lain, seperti kita ketahui A. Taufan Tiro, A. Mustaman, A. Sultan Pawi, dan terakhir kabar wakil bupati A. Said Pabokori juga akan maju menantang' A. Fashar dan A. Irsan. Menurut Direktur Eksekutif (IPI) Indeks Politica Indonesia dan Direktur Riset & Strategi Pemenangan Pilkada (LI) Latin Institute Suwadi Idris Amir, Sampai hari ini kedua rivalitas diatas yaitu, A. Fashar dan A. Irsan, unggul popularitas dan elektabilitas, tetapi potensi A. Taufan Tiro, mengalahkan mereka masih sangat terbuka lebar' karna hasil survei IPI, dibulan April Dan Juni-juli, A. Taufan Tiro terus menempel A. Fashar da A. Irsan diurutan ketiga.

Lanjut Menurut Suwadi, Kalau A. Taufan Tiro mampu memanfaatkan rivalitas kedua lawannya diatas' maka bukan mustahil dialah yang memenangkan pertarungan dibumi Arung Palakka ini. Tetapi itu baru bisa terwujud kalau A. Taufan Tiro, menyediakan kos politik yang tinggi dan menggandeng konsultan politik berpengalaman, karna kedua rivalnya A. Fashar Dan A. Irsan, telah melakukan star pergerakan politik yang maksimal dan terukur, ungkap Suwadi' Pria yang memenangkan bupati soppeng H.A. Soetomo 2010 dan Bupati Kep Buru, Ramly Umasugi 2011.

Sedangkan Menurut Direktur Eksekutif (LI) Latin Institute A. Imran Taufik A.Akil' menambahkan kemenangan ketiga rivalitas calon bupati bone antara A. Fashar, A. Irsan, dan A. taufan sangat tergantung dengan kemampuan mereka meyakinkan publik masyarakat bone' karna dari segi kekuatan mereka masing-masing memiliki keunggulan baik dari segi kekuatan politik, dan basis pendukung yang fanatik.

Minggu, 16 September 2012

Aman-Aspirasi Janji Jadikan Kab. Bone Sebagai Kota Niaga

Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Mustaman-Andi Sultan Pawi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bone, Selasa (11/9/12) siang.

Pasangan bertagline Aman-Aspirasi Mantap untuk Bone ini ke kantor KPU di Jl Wolter Monginsidi dengan berjalan kaki dari posko pemenangannya di Jl Sultan Hasanuddin, Watampone. Keduanya dikawal ribuan pendukungnya.

Pasangan Aman-Aspirasi Mantap untuk Bone ini diusung oleh tiga partai masing-masing PDK, Hanura dan PIS. Andi Mustaman menjelaskan, dia mengundang tim pemenangannya yang berada di 27 kecamatan se-Bone untuk menemani mendaftar ke KPU.

Jika terpilih dalam Pilkada Bone 2013 mendatang, Mustaman bertekad menjadikan Kabupaten Bone sebagai kota niaga dan transit sehingga dapat menjadi salah satu pusat perekonomian.

"Bone harus jadi kota niaga dan transit. Untuk itu diperlukan infrastruktur yang menjadikan Bone nyaman dan diiringi dengan pembangunan industri guna menekan pengangguran, "jelas Andi Mustaman.

Untuk membangun Bone, katanya, ia tidak hanya akan bersandar pada APBD melainkan juga dengan mengundang investor lokal maupun luar sehingga pembangunan dapat maksimal.

Mustaman menambahkan, masyarakat selama ini telah mendambakan pemerintahan yang baik dan kondusif sehingga dapat mencitrakan persatuan dan kesejahteraan rakyat.

"Kesejahteraan rakyat dimulai dari pembangunan desa dengan menyiapkan dana untuk lima tahun selama kepemimpinan saya nanti," terangnya.

Rabu, 05 September 2012

Pasangan Cabub Bone Show Force Saat Deklarasi

Sejumlah bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Bone sudah menjadwalkan deklarasi sebagai ajang pamer kekuatan. Deklarasi bakal pasangan calon Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle misalnya, sangat mengandalkan sentuhan Ketua Umum DPP Golkar Aburizal Bakrie. Capres Golkar ini dijadwalkan didampingi Ketua Golkar Sulsel sekaligus cagub petahana Syahrul Yasin Limpo.

Ambo Dalle membenarkan rencana yang dijadwalkan Minggu 9 September di Lapangan Merdeka, Watampone. Deklarasi, kata Ketua DPRD Bone itu, akan digelar bersamaan dengan pendaftaran pasangan calon di KPU Bone. Pasangan ini diusung Golkar, PKS, serta PPP. "Deklarasi sangat kami harapkan dihadiri Aburizal Bakrie dan Syahrul Yasin Limpo, serta fungsionaris DPP Partai Golkar seperti Nurdin Halid," kata Ambo Dalle.

Pasangan lain juga sudah mengancang-ancang deklarasi. Andi Mangunsidi-Sumardi Sulaiman akan deklarasi di hari yang sama, Minggu 9 September. Orang dekat Andi Mangunsidi, Suardi Mandang mengatakan, deklarasi pasangan perseorangan ini tepat saat pembukaan hari pertama pendaftaran di KPU Bone.

Deklarasi usungan PDK, Partai Hanura, dan PIS ini diyakini Ketua PDK Bone, A Alfian T Anugrah akan dihadiri ribuan massa serta Ketua PDK Sulsel, Adil Patu, dan pimpinan partai pengusung lainnya.

Menyusul pasangan A Taufan Tiro-A Promal Pawi dan Andi Irsan Idris Galigo-Andi Yuslim Patawari pada Senin, 10 September. Pasangan Andi Mustaman-Andi Sultan Pawi, akan menggelar deklarasi Selasa, 11 September. "Deklarasi usungan PAN dijadwalkan Senin, 10 September. Tapi masih dalam pembahasan. Rencananya sekaligus dengan pendaftaran," kata Promal.    

Andi Yuslim Patawari mengatakan, deklarasinya bersama Cicang akan dihadiri Ketua Umum Gerakan Bela Negara, M Sabil Rachman, dan Ketua Umum Lembaga Pengusaha Pemuda Pancasila (LPPP) Pahlevi Pangerang, serta jajaran DPP AMPI.

Sementara itu, fokus pemilukada membuat Sekretaris Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bone, A Promal Pawi mundur dari jabatannya. Surat itu sudah disampaikan ke Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKKD) Bone.  "Saya sudah membuat permohonan pengunduran diri sebagai sekretaris ESDM  mulai hari ini (kemarin, red)" kata dia, Senin, 3 September.

Jalan Layang Maros Bone Semoga Bukan Wacana

Infrastruktur jalan dikebut pembangunannya 2013 mendatang. Jalan layang dengan anggaran Rp1,5 triliun direncanakan pembangunannya menghubungkan Kabupaten Maros dan Bone.
Bila jalan layang Maros-Bone rampung, bisa jadi lebih modern daripada infrastruktur jalan layang di Kota Makassar. Rencananya, jalan layang ini dibuat bertingkat dua.

Kepala Dinas Bina Marga Sulsel, Abdul Latief mengatakan, pembangunan jalan layang Maros-Bone untuk meluruskan jalur transportasi darat. Selama ini, jalur Maros-Bone melalui Camba berkelok-kelok dan sempit yang cukup menyulitkan pengguna jalan.

Perencanaan awal, pembangunan jalan layang Maros-Bone diperkirakan menghabiskan anggaran Rp2 triliun. "Tapi ada bagian jalan yang dipotong, sehingga diperkirakan hanya sekira Rp1,5 triliun," kata Latief.
Pemprov Sulsel berharap pencanangan pembangunan jalan layang Maros-Bone bisa dilakukan tahun ini. Latief mengaku anggarannya sedang diperjuangkan dialokasikan di APBD.

Rencananya, pembangunan jalan layang Maros-Bone dilakukan secara bertahap dengan sistem multiyears. Butuh waktu sekitar 2-3 tahun untuk menyelesaikan pembangunannya.
Detail Engineering Design (DED) serta Feasibility Study proyek yang mengadopsi konsep pembangunan jalan kelok sembilan yang menghubungkan lintas tengah Sumatera dan pantai timur Sumatera ini telah rampung sejak 2011 lalu.

Pembangunan jalan layang Maros-Bone memendekkan jarak tempuh dari 175 kilometer menjadi 120 kilometer. Waktu tempuh yang harus dilalui pengguna jalan juga berkurang dari sebelumnya dapat ditempuh selama 4-5 jam, dapat berkurang menjadi sekitar dua jam.

Kamis, 30 Agustus 2012

Taufan Tiro Berpasangan Promal Pawi di Pilkada Bone

Paket Andi Taufan Tiro dengan Andi Promal Pawi tetap akan melanjutkan langkah menuju Pemilihan Bupati Bone.

Pernyataan ini membantah kehadiran Wakil Bupati Bone Andi Said Pabokhori untuk menjadi Wakil Andi Taufan Tiro.

Bahkan Andi Taufan Tiro dengan Andi Promal Pawi sudah mempersiapkan deklarasi dan pendaftarannya di KPU Kabupaten Bone.

"Kami tinggal menunggu deklarasi dan pendaftaran karena kami sudah komitmen untuk melangkah bersama membangun Bone," ungkap Andi Promal Pawi, Kamis (23/8/2012) saat dihubungi (tibun-timur.com)

Hubungan KPU degan Pawaslu Bone Kurang Mesra

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyesalkan sikap Panitia Pengawas (Panwas) pemilihan daerah Kabupaten Bone yang memanggil seluruh personel Panitia Pengawas Kecamatan dan Desa (PPK dan PPS) tanpa berkoordinasi dengan KPU Bone. Pasalnya, pemanggilan PPK dan PPS dinilai mengganggu proses verifikasi berkas calon independen yang hingga kini masih dalam proses.
"Panwas tidak berhak memanggil PPK dan PPS karena jalur koordinasi PPK dan PPS adalah KPU, apalagi pemanggilan itu saat verifikasi berkas independen sedang berlangsung sehingga dapat mengganggu tenggat waktu verifikasi," ungkap Ketua KPU Bone Aksi Hamzah, Rabu (29/8/2012) saat ditemui di tempat kerjanya.
Ia juga menjelaskan, pemanggilan itu melanggar prosedur apalagi pemanggilan itu meminta agar PPK dan PPS membawa data verifikasi. Aksi juga menambahkan, jalur koordinasi PPK dan Panwas adalah KPU sedangkan jalur koordinasi PPS adalah PPL, namun PPL belum terbentuk.
Permasalahan antara KPUD Bone dan Panwaslu Bone, berawal dari pemanggilan PPK dan PPS Kelurahan Ta’ Kecamatan Taneteriattang karena adanya temuan berkas dari salah satu calon independen yang berkasnya tidak dibubuhi tanda tangan atau tandatangannya tidak mengenai materai.
Sementara itu, Ketua Panwaslukada Bone Akbar Syam menuturkan, dalam proses verifikasi berkas calon independen Andi Irsan-Andi Yuslim dan Andi Mangunsidi-Sumardi Sulaiman ditemukan sejumlah kejanggalan dalam verifikasi berkas dukungan calon independen. Panwas menemukan adanya sejumlah berkas yang pemilik nama tidak berdomisili di wilayah itu maupun telah meninggal dunia. Tidak hanya itu, ditemukan pula sejumlah berkas yang tidak dibubuhi tanda tangan atau materai. Bahkan ada pula yang pemilik tanda tangan yang tidak mengakui tanda tangannya.
"Kami memang kekurangan personil dan dana sehingga masih ada sejumlah prosedur yang tidak diikuti seperti pembentukan PPL," jelas Akbar.
Ia juga menyebutkan pemanggilan PPK dan PPS karena temuan kejanggalan itu. PPK dan PPS terkesan menutupi berkas yang diverifikasi sehingga muncul dugaan adanya praktek politik dalam tubuh PPK dan PPS.
Akbar menjelaskan, mestinya kekurangan berkas nantinya dilengkapi calon yang dimaksudkan untuk dilengkapi dalam jangka waktu 14 hari dengan menyurati tim yang bersangkutan.
Dalam proses Pilkada di Kabupaten Bone yang telah berjalan sudah ditemukan sejumlah kejanggalan bahkan di Kecamatan Salomekko ditemukan Panitia Pengawas Lapangan (PPL) siluman padahal PPL belum dibentuk.
"Warga Salomekko didatangi seseorang mengaku PPL yang menyatakan diri diangkat oleh kepala desa," terang anggota Devisi Tehnis Verifikasi KPU Bone, Muhiyin.

Jumat, 24 Agustus 2012

El Clasico I Milik Barca

Barcelona berhasil menang tipis 3-2 atas Real Madrid pada leg pertama Piala Super Spanyol yang berlangsung di Stadion Camp Nou, Kamis atau Jumat (24/8/2012) dini hari WIB. Semua gol yang tercipta hadir pada paruh kedua pertandingan.

Tensi panas pertandingan sudah terasa saat baru berjalan 12 menit. Xabi Alonso sudah diganjar kartu kuning lantaran menjegal Sergio Busquets.

Kesempatan pertama pertandingan itu didapat "Blaugrana" memasuki menit ke-18. Sebuah tembakan Gerard Pique dari luar kotak penalti masih menyamping di sisi kanan gawang Iker Casillas. Berselang kemudian, Lionel Messi memperoleh peluang terbaik. Sayang, tendangan kaki kiri pemain Argentina itu hanya tipis dari tiang gawang Casillas.

Barcelona benar-benar memegang kendali penuh permainan. Sedangkan Madrid lebih banyak mengumpulkan para pemain di daerahnya, dan sesekali melancarkan serangan balik.

Pada menit ke-31, Casillas menjadi penyelamat gawang "Los Blancos". Tendangan keras Pedro Rodriguez melesat keras ke arah Casillas yang dengan sigap menepis bola keluar lapangan.

Semenit sebelum jeda, satu pemain dari masing-masing klub harus menerima kartu kuning. Alvaro Arbeloa melanggar Busquets, dan Javier Mascherano di kubu Barcelona menekel keras Fabio Coentrao. Skor babak pertama tetap 0-0 untuk kedua tim.

Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung semakin menarik. Kebuntuan laga tersebut baru terpecahkan pada menit ke-55. Justru Madrid yang membuka keunggulan dari situasi bola mati. Umpan pojok Mesut Oezil disambar sundulan keras Cristiano Ronaldo yang merobek jala Victor Valdes.

Akan tetapi, kegembiraan "Los Merengues" tak bertahan lama. Dua menit berselang, Barcelona langsung membalas gol Ronaldo untuk membuat skor kembali sama 1-1. Adalah Pedro Rodriguez yang menggetarkan jala Casillas lewat tembakan mendatar keras setelah menerima umpan lambung Mascherano.

Saat laga menunjukkan menit ke-69, Barcelona mendapat keuntungan hadiah penalti. Wasit menunjuk titik putih setelah Sergio Ramos melanggar Andres Iniesta yang sempat mengecohnya. Messi yang menjadi algojo sukses mengelabui Casillas yang bergerak ke arah berlawanan. Barcelona berbalik unggul 2-1 atas Madrid.

Dua gol balasan dari Barcelona rupanya semakin melecut semangat juang pasukan Tito Vilanova. Terbukti, Xavi Hernandez berhasil menambah keunggulan Barcelona menjadi 3-1 pada menit ke-78. Acungan jempol atas terciptanya gol Xavi layak diberikan kepada Iniesta. Gelandang Spanyol itu melewati tiga adangan pemain Madrid sebelum melepaskan umpan cantik kepada Xavi.

Camp Nou rupanya belum mengakhiri rentetan gol pada babak kedua. Pada menit ke-85, blunder Victor Valdes membawa Madrid memperkecil keunggulan melalui Angel di Maria. Seusai menerima umpan back pass Adriano Correia, Valdes bermaksud mengecoh Di Maria yang mengejarnya. Malang, Di Maria mampu membaca gerak tipu Valdes dan tanpa kesulitan merebut untuk kemudian menyarangkan bola ke gawang yang kosong melompong.

Pertandingan pun berakhir 3-2 untuk kemenangan Barcelona. Meski kalah, "Los Blancos" cukup diuntungkan karena berhasil mencetak dua gol di laga tandang. Pada 30 Agustus 2012, gantian Madrid yang menjamu Barcelona pada leg kedua di Santiago Bernabeu dan hanya membutuhkan kemenangan minimal 1-0 atau 2-1. sumber :kompas.com

Kamis, 23 Agustus 2012

Fahsar Optimis Menang Satu Putaran

Bakal calon bupati Bone, A Fahsar Padjalangi coba menyemangati tim pemenangan di sela-sela open house di sekretariat bersama tim pemenangan "Iyana'e Komandan' di Jalan Makmur, Watampone. Selasa malam, 21 Agustus.

Fahsar juga bercerita soal pengalamannya saat kalah oleh Idris Galigo di pemilukada Bone lalu. Dari kelalahan itu Fahsar mengaku sudah memetik pelajaran. "Sudah ada pengalaman dari pemilukada lalu. Jadi sekarang kita tidak boleh kalah lagi," sebut Fahsar.

Fahsar juga mengingatkan timnya menjaga militansi. "Jika militansi tim kuat, saya optimis dalam pemilukada hanya satu putaran saja," sebut usungan Partai Golkar ini yang berpasangan dengan Ketua DPRD Bone, Ambo Dalle.

A Fahsar mengatakan, open house di kediamannya itu bentuk silahturahmi dengan tim dan pendukungnya. Di kesempatan itu Fahsar menceritakan perjalanan spritualnya di tanah suci. "Alhamdulillah perjalanan umroh baik," ujar dia.

Fahsar menganalogikan konstelasi politik di Bone seperti lomba balap motor. Menurut dia, saat Ramadan, kandidat sudah mengetes laju kendaraannya. Usai Ramadan, pembalap siap turun arena dan mengikuti balapan sebenarnya. "Kami sudah siap menghadapi balapan yang sebenarnya," kata dia. sumber : fajar.co.id

Rabu, 15 Agustus 2012

To Manurung dan To Tompo, Penelusuran Muasal Raja Bugis

Mungkin anda pernah bertanya perihal penduduk pertama di Sulawesi Selatan, tapi sampai saat ini belum ada rujukan yang bisa menjawab rasa penasarn anda tersebut. Para arif cendekia Sulawesi dari masa ke masa telah meninggalkan catatan hasil penelitian mereka. Semuanya untuk kita baca dan melanjutkan upaya pendalaman itu di masa kini agar tergambar jawaban yang entah mengakhiri penasaran anda atau semakin membuat untuk bertanya lebih jauh
………………………………………………………………………………
……………..

Syahdan, pada tahun 1972 pakar Van Heekeren mengemukakan pendapatnya, bahwa : Kemungkinan besar Sulawesi Selatan telah dihuni sejak pertengahan atau penghujung kala Pleistosen Akhir, yakni sekitar 50.000 hingga 30.000 tahun SM (Heekeren, Stone Age:66-72, kutipan Pelras C, Manusia Bugis ; 2006).

Kemudian pakar Mattulada menguraikan pula bahwa, penduduk purba Sulawesi Selatan selain berciri fisik Austro-Melanesoid dan Paleo-Mongoloid yang berlangsung dalam satu zaman, yaitu masa belum mengenal kepandaian bercocok tanam, yaitu kira-kira 11.000 tahun SM (Mattulada ; 1998).

Persebaran orang Austro-Melanesoid dari Pulau Irian ke kepulauan yang terletak di sebelah barat daya dan kembali menyebar ke pulau-pulau disebelah baratnya. Demikian pula halnya dengan persebaran orang Austro-Melanesoid yang di Pulau Jawa ke sebelah barat dan utara sampai ke Vietnam Utara. Arus sebaliknya terjadi pula pada penebaran Proto-Mongoloid dari Kepulauan Jepang melalui Riukyu, Taiwan dan Filipina yang selanjutnya ke Sulawesi. Kemudian terjadilah percampuran ras dan kebudayaan, maka itulah kiranya yang menjadi masyrakat pertama di Sulawesi Selatan yang terjadi antara tahun 1000 sampai tahun 2000 SM (Mattulada ; 1998).

Sekiranya kemudian ada yang menanyakan, ; “Siapakah nama nama manusia pertama di Sulawesi Selatan ?”. Wahai, kenapa terlalu jauh pertanyaannya ?, pasti demikianlah keluhku. Menanyakan penduduk pertama di Sulawesi Selatan, padahal “ayah kakek buyutnya sendiri belum tentu diketahuinya dan takkan pernah ditanyakannya”. Namun sudahlah, kiranya penuturan inipun akhirnya tiba pada perihal Tomanurung dan To Tompo, leluhur Raja-Raja di Sulawesi.

Hampir setiap kerajaan di Sulawesi memiliki kronik perihal berdirinya kerajaan dan raja/ratu pertamanya dan turunannya. Mereka yang adalah penguasa awal di negeri itu disebutnya sebagai “Tomanurung” (orang yang turun dari langit) atau pun “To Tompo” (orang yang muncul dari dunia bawah).

Mereka adalah para tokoh yang “disifatkan” sebagai “dewata” yang turun ataupun muncul ditengah masyarakat untuk mengakhiri masa kacau balau yang dikenal sebagai “SianrE BalE” (saling memakan bagai ikan). Maka hal ini, menurut hemat penulis, semoga kiranya berhubungan dengan sosok sebagaimana disebutkan Kitab Suci Al Qur’an sebagai “Ulul Albab” (peringatan bagi orang-orang yang berpikir). Bahwa Allah SWT berfirman : “Yu’til khikmata man yasyaa’, wa man yu’tal khikmata faqod uutiya khoiron katsiro, wa maa’ yazzakkaru illaa ulul ‘albaab” (QS. Al Baqarah ; 269), artinya : Dianugerahkan Al Hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugerahi Al Hikmah itu, ia benar-benar telah dikaruniai anugerah yang banyak. Dan hanya orang berakallah yang dapat mengambil pelajaran. Kiranya itu pula janji Allah SWT bagi hamba-Nya yang berilmu pengetahuan.

Mereka para Ulul Albaab dalam kronik pada banyak negeri di Sulawesi Selatan itu menyebutkan banyak To Manurung dan To Tompo, diantaranya :

- La Toge’langi Batara Guru “La Mula Tau” Sunge’ ri Sompa Aji Sangkuruwirang, ManurungngE ri Tellampulaweng, Pajung ri Luwu I, menikah dengan We Nyilli’ Timo SolasinrangempEro Dinulu WElompEloja I Mata Timo, Tompo’E ri Bussa Empo,

- TurubElaE “Laurempessi” ri Coppo’mEru, ManurungngE ri Sawammegga, Datu Tompotikka I, menikah dengan We Padauleng, ManurungngE ri SingkiriwEro,

- Aji ri Sompa La Tenriangke’ Batara IlE ri Taliungna Langi ManurungngE ri Tellampulaweng, Datu Cina I (versi I La Galigo), menikah dengan We Tenri Bilang,

- Tejjo ri Sompa LettEmangkella I La Toliung Tompo’E Batara WEwang Sumange’rukka PajumpongaE ri WEwangriu, menilkah dengan ManurungngE Polaleng TojampulawengngE,

- La Raullangi To Sadangpotto ManurungngE ri Timpalaja, menikah dengan PolalengngE Ajuara Lallo ri Tungo,

- Simpurusiang ManurungngE ri Lompo, Datu Cina (pasca I La Galigo),

- Simpurusiang Salinrunglangi Mutia Kawa Opunna Ware’ ManurungngE ri Awo Lagading Pajung ri Luwu III, menikah dengan We Patyanjala Tompo’E ri Bussa Empo (pasca I La Galigo),

- La Matatikka Tompo’E ri Buakkajeng, menikah dengan Linge’ Manasa Ana’na MAnurungngE ri Sawitto,

- Pong Mulatau ri Rura,

- Tokombong di Wura’ menikah dengan To WissE di Tallang,

- Puang Tamboro Langi “Datu Matampu” To Matasa’ ri LEpongna Bulan Tomanurung ri Kandora’ menikah dengan Puang Sandabili’ Tumanurung ri Kairo,

- Puang Tandilino Tobanua Puang ri Sarumbano – Marinding,

- Puang ri Ranri’ Tumanurung ri Sanggalangi,

- AEng ri Massila Tumanurung ri Salu’putti,

- AEng ri SEsEan Tumanurung ri SEsEan,

- Batara Kassa’ Tumanurung ri Kassa’,

- Londo DEwata Tumanurung ri RantE Bulawang,

- Puang Wellangrilangi Tomanurung ri Bambapuang,

- NEnE’ Matindo Dama PakE Lalona ri Duri I, menikah dengan Cirinna Sambo Langi,

- La Patongai To Pasaja Timpa’E Tana, menikah dengan Puatta ri PalisuE,

- Guru La Sellang Puang Palipada Tomanurung ri Palli Posina Kaluppini,

- La Temmalala’ ManurungngE ri Sekkanyili’, Datu Soppeng I meneikah dengan We Temmapupu ri Suppa,

- La MammatasilompoE ManurungngE ri Matajang Mangkau ri Bone I, menikah dengan We Mattengnga Empo ManurungngE ri Toro’,

- La BungEnge’ ManurungngE ri Bacukiki, menikah dengan We Teppulinge’ Tompo’E ri La Waramparang,

- Tumanurungnga ri TamalatE Sombayya Gowa I, menikah dengan KaraEng Bayo KaraEngta TurijE’nE,

- Uru Tau (Musinigaya Muranawa),

- KaraEng BEnEa Punta Dolangan Tumanurungnga ri Onto,

- ManurungngE ri Lampulungeng,

- ManurungngE ri Timpengeng,

- La Mallibureng ManurungngE ri Lowa, Addaoang Sidenreng I,

- Pancabilukka KaraEngta Sanrobone I,

- Puang ri SompaE ManurungngE ri AkkajangngE Lura MarajaE Sawitto,

- Puang ri Bulu Puang ri Cempa,

- ManurungngE ri Jangang-JangangngE,

- Indra Baji’ KarE’ Layu’ Tusanga Kalabbiranna,

- La Ulawu Tau ManurungngE Datu Lonra,

- ManurungngE ri Tanra Lili,

- ManurungngE ri Patila,

- …..masih banyak lagi yang lainnya.

Para tokoh Manurung dan Tompo yang mengawali terbentuknya kerajaan-kerajaan di Sulawesi Selatan dan Barat tersebut, pada umumnya terjadi diantara Abad XIII – XIV. Mereka dipandang sebagai sosok luar biasa yang memiliki “ kerre’ “ (Karomah) sebagai landasan ligitimasi kepemimpinannya, salahsatunya adalah : Maddara Takku (berdarah putih bagai getahnya pohon takku). Hal ini telah dibuktikan oleh seorang peneliti Eropa yang berkunjung ke Luwu dan menemukan seorang Bangsawan Tinggi Luwu yang bersedia ditusuk jarinya dan darah yang mengucur dari luka itu adalah benar-benar seputih susu (Pelras : 1996).

Prihal “kerre’” ini kemudian dibahas oleh Dr. Shelly Errinton yang mendapati perbedaan kepemimpinan awal dalam sejarah Eropa dan Sulawesi Selatan. Bahwa di Eropa, kepemimpinan seorang tokoh dilegitimasi oleh kekuatan militer, sementara di Sulawesi Selatan dilegitimasi oleh kesucian tokoh atau kerre’ yang dimilikinya. Seorang pemimpin dipandang suci karena kepemimpinannya adalah harapan kemakmuran bagi negerinya, sesuatu yang menyerupai system Teokrasi.
Keberadaan To Manurung dan To Tompo dibuktikan oleh fakta-fakta yang ada, sebagai berikut :

1. Kronik
Pelras (1996) mengemukakan, bahwa hamper semua kerajaan Bugis dengan seluruh daerah bawahannya hingga ke tingkat paling bawah memiliki kronik sendiri. Tradisi penulisan naskah yang kemudian disebut sebagai “Lontara” itu berisi mengenai catatan rinci mengenai silsilah keluarga, wilayah kerajaan, catatan harian serta catatan lain yang dipandang penting, misalnya : daftar kerajaan bawahan serta naskah perjanjian bilateral maupun intra-kerajaan sendiri, yakni antara penguasa dan rakyatnya.

Lebih lanjut beliau menguraikan pula, bahwa Kronik Bugis-Makasar dipuji oleh Ilmuwan Barat sebagai sesuatu yang objektif dan bisa diandalkan kebenarannya. Hal itu, paling tidak berlaku untuk catatan mengenai periode 1400 Masehi dan seterusnya. Saat kronik tersebut ditulis berdasarkan dokumen dan peristiwa nyata yang terjadi pada saat itu.

2. Regalia
Seorang tokoh Tomanurung dan To Tompo senantiasa meninggalkan benda-benda pribadinya yang kemudian menjadi Regalia (Kalompoang/Arajang) pada negerinya. Benda-benda pusaka itu masih dapat dilihat sampai kini, diantaranya :

- DokE Pakka (Bessi PakkaE) di Luwu, peninggalan ManurungngE La Toge’langi Batara Guru,
- La Bunga Waru, peninggalan ManurungngE La Toge’langi Batara Guru,
- Sudanga, peninggalan KaraEng Bayo,
- La’lang SipuEa, peninggalan Manurungnga ri TamalatE,
- La TEakasi, peninggalan La Matatikka Tompo’E ri Buakkajeng,
- BElua’ ManurungngE, rambut ManurungngE ri Sekkanyili’,
- Dll..

3. Legenda Tempat
Daerah-daerah yang dinamai oleh ManurungngE dan Tompo’E masih ada bertebaran di seluruh kawasan Sulawesi Selatan dan Barat hingga saat ini.

4. Gaukeng (tradisi)
Tradisi yang diajarkan oleh ManurungngE dan Tompo’E masih lestari pada kalangan-kalangan tertentu hingga saat ini, misalnya : Alu’ Todolo, Tolotang, Patuntung, dll.

5. Keturunan
Keturunan para ManurungngE dan Tompo’E yang banyak bertebaran di Sulawesi Selatan dan Barat hingga kini masih ada yang dibuktikan dengan pelestarian ke-empat hal diatas.

Adalah hal yang kemudian menjadi penguat dalam memahami hakekat keberadaan para ManurungngE dan Tompo’E, yakni berkat wejangan Puekku Prof. Dr. Andi Ima Kesuma, M.Pd. kepada kami, : “..pahamilah bahwa hakekat Orang Luwu sejak Sawerigading hingga saat ini masih tetap ada, tapi nanti dia dicari barulah dia akan muncul..”.

Nun wal Qolami wamaa yasturuun, Wallahualam Bissawab.
Oleh : Andi Oddang. sumber : grup wija to bone
----------------------------------------------
Daftar Bacaan :
1. Andi Zainal Abidin, Prof. Mr. Dr. ; 1985, Bandung, Alumni;
2. Andi Mattulada, Prof. Dr, ; 1998, Makassar, Universitas Hasanuddin Press;
3. Christian Pelras ; 2006. Manusia Bugis, Jakarta, Nalar bekerjasama dengan Forum Jakarta-Paris;
4. Shelly Errinton, Dr : 1977. Makalah ; Siri, Darah dan Kekuasaan Politik Di Dalam Kerajaan Luwu Zaman Dulu, Ujung Pandang, Majalah Bingkisan Sulawesi Selatan Tahun I-II.

Ketua DPRD Ancam Tolak Pengadaan Randis Kades

Ketua DPRD Kabupaten Bone, Ambo Dalle mengancam akan menolak penambahan kendaraan dinas untuk kepala desa di Kabupaten Bone. Penolakan itu dikeluarkan setelah pihak eksekutif meminta tambahan kendaraan dinas untuk kepala desa sebanyak 100 unit.
Namun hingga saat ini Pemkab Bone belum menyerahkan data inventaris kepala desa yang akan mendapatkan motor itu. Data yang dimaksud antara lain, jumlah kepala desa yang telah memperoleh motor dinas pada tahun 2009.

"Ada 100 unit motor dinas yang dibeli untuk kepala desa. Ditambah lagi sebelumnya, pada anggaran pokok tahun 2012, pemerintah menambah lagi 200 unit motor dinas. yang menjadi persoalan bagi DPRD adalah total motor dinas yang dianggarkan sejak tahun 2009 hingga tahun ini sudah mencapai 300 motor. Jika ditambah lagi berarti menjadi 400 motor, sementara laporan untuk itu sampai sekarang tidak ada," jelas Ambo Dalle, seperti dilansir di tribun-timur.com

Calon wakil bupati Partai Golkar ini menambahkan, dari dua kali pembelian motor dinas, yang dilaporkan baru tahun 2009. Itu pun hanya 95 motor dengan rincian 80 motor untuk kepala desa, 15 lainnya dialokasikan untuk lurah, sementara lima unit motor dinas lainnya tidak diketahui keberadaannya. Ironisnya, Pada perubahan anggaran tahun 2012 ini pemerintah kabupaten melalui sekretariat kabupaten mengajukan tambahan pembelian motor sebanyak 100 unit meski laporan randis tahun sebelumnya belum dilaporkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Andi Surya Darma menyebutkan, tambahan 100 unit randis demi asas keadilan dan pemerataan, sebab dari 300 kepala desa yang ada, sisanya belum memperoleh motor dinas.
"Kita ingin agar ada pemerataan. Kalau yang lain tidak mendapatkan motor, akan menimbulkan kecemburuan sosial," ujarnya.

Ketua Asosiasi Pemerintahan Desa Kabupaten Bone, Sri Rahayu Irwandi meminta pemerintah Kabupaten Bone segera menyerahkan motor dinas tersebut kepada kepala desa. Ia menilai pemerintah sengaja memperlambat proses penyerahan motor kepada yang berhak sehingga merugikan kepala desa itu sendiri dalam hal pelayanan kepada masyarakat.

Sabtu, 11 Agustus 2012

SBY Minta Menteri Mengundurkan Diri

SUDAH hampir tiga minggu pernyataan itu dikeluarkan, gaungnya hingga kini masih terasa nyaring di kuping. Saat itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada pembukaan Sidang Kabinet Paripurna meminta menterinya yang sibuk berpolitik agar mengundurkan diri.

Inilah pernyataan paling keras yang disampaikan Presiden SBY sejak menjabat tahun 2004. "Bagi saudara (menteri) yang memang tidak bisa membagi waktu dan harus menyukseskan tugas politik, parpol manapun, saya persilakan baik-baik untuk mengundurkan diri," tegas SBY.
Siapa menteri yang dibidik? Tak jelas. Namun, banyak kalangan menduga, teguran keras Presiden SBY itu tak hanya ditujukan kepada menteri yang berasal dari partai politik (parpol), tapi juga dari kalangan profesional yang suka ‘berakrobat’ dan tak paham tata negara.
Sekali lagi, siapa? Banyak kalangan melirik pada sosok Menteri BUMN Dahlan Iskan. Sejak dilantik Oktober tahun lalu, gebrakan Dahlan mengganti sejumlah direksi dan komisaris BUMN, membuat beberapa menteri jengkel. Menteri Sekretaris Kabinet Dipo Alam, misalnya. Beberapa waktu lalu, Dipo mengadukan langkah koleganya ini kepada Presiden SBY.
Pengaduan Dipo terangkum dalam dua halaman memorandum bertanggal 10 April 2012.

Dalam memorandum itu, ia meneruskan laporan Dahlan mengenai penggantian direktur utama dan komisaris utama di lima BUMN: PT Perkebunan Nusantara III, PT Perkebunan Nusantara IV, PT Rajawali Nusantara Indonesia, PT PAL Indonesia, dan PT Pindad.
Disebutkan dalam memorandum tersebut, penggantian tersebut dilakukan secara tak patut. Menteri BUMN dinilai lancang karena main tunjuk direktur atau komisaris tanpa melibatkan tim penilai akhir (TPA) yang diketuai Presiden.

Presiden menyikapi memorandum tersebut dengan memberikan disposisi yang antara lain memerintahkan Dipo agar menyampaikan secara tertulis kepada Menteri BUMN. Isinya bahwa kecepatan bertindak memang diperlukan, tapi jangan melanggar aturan karena bisa ada “bom waktu”.
Disposisi dari Presiden itulah yang kemudian bocor ke mana-mana. Catatan tentang “adanya bom waktu” tak urung mengundang spekulasi, tidak sedikit petinggi BUMN yang merapatkan barisan agar tak kena sapu bersih-bersih ala Dahlan.
Gayung bersambut, kecemasan sejumlah petinggi BUMN disikapi Dipo bersama Menteri Sekretaris Negara, Sudi Silalahi dengan peringatan kepada Dahlan agar mematuhi Instruksi Presiden No9 Tahun 2005. Dalam instruksi tersebut diatur, Menteri BUMN diperintahkan melaporkan hasil penjaringan calon direksi, komisaris, atau Dewan Pengawas BUMN kepada TPA.

Dahlan sendiri mengakui ia sempat mendapat beberapa kali teguran ketika berencana merampingkan jumlah perusahaan negara pada akhir tahun 2014, dari 141 BUMN menjadi 70 perusahaan. Teguran-teguran itu disebut sebagai kartu kuning.
Bahkan untuk urusan lain di luar bersih-bersih BUMN, ia mengaku mendapatkan kartu kuning lagi, yang disebutnya sebagai kartu kuning ketiga. “Iya, saya mendapat kartu kuning karena mengumumkan akan menyumbang (dana) buat gedung Komisi Pemberantasan Korupsi(KPK). Ini kartu kuning ketiga, ha-ha-ha…,” katanya saat itu.

Kalau teguran keras Presiden SBY tadi, apakah ditujukan kepada Dahlan? “Itu sih mungkin ditujukan kepada partai politik, saya kan enggak punya partai politik, ha-ha-ha…,” kata Dahlan kepada InilahREVIEW, Jumat pekan lalu.

Soal Menkeu
Lain Dahlan, lain lagi Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo. Menteri yang satu ini, kabarnya juga sedang dalam sorotan Istana. Yang paling anyar adalah kekalahan gugatan Presiden SBY atas divestasi 7% saham PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) di Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa pekan lalu. "Permohonan tak beralasan hukum," kata Ketua MK Mahfud MD.
MK beralasan, dana yang digunakan untuk membeli saham Newmont merupakan dana negara yang penggunaannya harus atas persetujuan DPR. Meski dibeli melalui Pusat Investasi Pemerintah, anggaran itu tetap harus dicantumkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sengketa kewenangan pembelian 7% saham Newmont masuk ke MK sejak beberapa bulan lalu. Bertindak sebagai pemohon adalah Presiden melaluiMenteri Keuangan dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. Adapun DPR bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagai Termohon I dan Termohon II.
Pemerintah berpendapat, pihaknya memiliki hak konstitusional melakukan investasi dengan membeli 7% saham Newmont, tanpa melalui persetujuan DPR. Sedangkan DPR dan BPK berpendapat sebaliknya, bahwa Pemerintah harus mendapat persetujuan DPR terlebih dahulu sebelum melakukan penyertaan modal.
Akhirnya, ya itu tadi, Pemerintah kalah di MK. Menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, kekalahan itu memperlihatkan Menkeu Agus Martowardojo tak mengerti tata negara. “Putusan MK ini membuat Presiden SBY sebagai Kepala Negara, dipermalukan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo,” kata Harry.
Karena itu, lanjut Harry, Agus agar secepatnya mengundurkan diri dari jabatan Menkeu karena telah melakukan langkah yang salah. Apalagi sebelumnya Agus sesumbar jika gagal dalam menangani divestasi Newmont akan mengundurkan diri. “Jadi sekali lagi, Menkeu Agus Martowardojo harus gentleman,mundur saja,” tegas Harry.
Agus juga dianggap bikin kisruh dalam proyek Jembatan Selat Sunda (JSS). Ia, misalnya, meminta agar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) direvisi.
Pertama, ada pemisahan antara pengembangan kawasan dengan pembangunan jembatan. Kedua, agar studi kelayakan dibiayai melalui APBN. Setelah itu, proyek JSS akan ditenderkan. Siapa pun yang memenangkan tender akan mengembalikan dana APBN yang telah dikeluarkan.
Dalam rapat yang berlangsung tiga pekan lalu, dua usulan Agus ini ditolak. Soal pemisahan antara pengembangan kawasan dengan pembangunan jembatan, misalnya. Usulan ini bertentangan dengan Perpres. Sebab, Perpres menyebutkan, KSISS adalah kawasan terpadu. Kemudian mengenai dana studi kelayakan yang diambil dari APBN, padahal Perpres mengatakan, tidak memakai dana APBN. "Jadi tidak diperlukan perubahan Perpres,” kata Menko Perekonomian Hatta Rajasa, yang memimpin rapat.
Soal Perpres Nomor 86 Tahun 2011 ini, Presiden SBY juga angkat bicara. "Kalau tafsirannya kurang jelas, ya diperjelas. Kalau memang perlu ada yang diubah, ya diubah. Namanya Peraturan Presiden, Peraturan Menteri itu bisa disesuaikan, namun tidak sembarangan," ujar SBY.
Koordinasi Agus dengan menteri-menteri di linkungan ekonomi juga sangat kurang. Bahkan yang sangat konyol, cerita seorang sumber, Agus pernah melangkahi atasannya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa. Peristiwa itu terjadi ketika Agus menulis memo yang langsung ditujukan kepada Presiden SBY, tanpa melalui Hatta.
“Memo itu mengenai pembangunan Jembatan Selat Sunda. Awalnya semua oke dengan proyek ini, tapi ketika Agus diangkat menjadi Menkeu, dia bilang proyek ini tidak layak. Namun memo itu kemudian diserahkan oleh SBY kepada Hatta,” kata sumber.
Agus juga dianggap sering menimbulkan kegaduhan politik karena tidak mampu berkomunikasi dengan anggota DPR. Soal Agus kaku membangun komunikasi politik dengan anggota DPR bukan cerita baru. “Tapi kita maklumi, karena itu sudah karakter dan bawaan lahir. Ha-ha-ha...,” ujar Wakil Ketua Komisi XI DPR, Harry Azhar Aziz, beberapa waktu lalu.
Karena itu, menjelang reshuffle kabinet Oktober tahun lalu, banyak orang di lingkaran Istana mengusulkan kepada Presiden SBY agar mengganti Agus. Namun, kata sumber tadi, Agus tak jadi diganti karena mendapat garansi dari Wakil Presiden Boediono. Agus dianggap salah satu andalan Boediono yang mampu menaikkan pertumbuhan ekonomi nasional 6,5% setiap tahun. Inilah, lanjut sumber, salah satu kontrak politik Boediono ketika akan menjadi Wakil Presiden.

Soal Djan Faridz
Menteri lain yang dianggap menjadi duri bagi Presiden SBY adalah Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz yang berasal dari PPP. "Saya lihat Ketum membahas lebih serius soal Djan Faridz ini. Saya belum bisa sampaikan ke mana arahnya," kata Ketua DPP PPP, Arwani Thomafi, kepada detikcom, Jumat pekan lalu.
Sebelumnya, memang tersiar bahwa Ketua Umum PPP, Suryadharma Ali telah mengusulkan kepada Presiden SBY agar mengganti Djan Faridz sebagai Menpera. Alasannya, Djan dianggap terlalu sibuk berpolitik ketimbang mengurus tugas utamanya sebagai Menpera. "Pak SBY juga sudah tahu kalau Djan Faridz turut terlibat langsung mendanai beberapa kandidat Gubernur DKI Jakarta, antara lain pasangan Joko Widodo–Basuki Tjahaja Purnama, dalam Pilkada putaran pertama yang lalu," kata sumber, seperti dikutip Inilah.com.
Namun, Suryadharma yang dikonfirmasi soal ini membantah kalau dia telah mengusulkan kepada Presiden SBY agar mengganti Djan Faridz. "Itu berita bohong, tidak ada permintaan dari DPP PPP untuk menarik saudara Djan Faridz sebagai Menpera. Selain itu, pergantian kursi menteri bukan kewenangan ketua parpol. Reshuffle itu kewenangan Presiden," katanya.
Tapi, apapun kata Suryadharma, teguran Presiden SBY kepada menterinya yang sibuk berpolitik agar mundur, tak bisa diabaikan. Sebab, bisa jadi, menteri-menteri ini telah m
sumber : inilah.come
njadi duri bagi Presiden SBY.

Bupati Bone "Hindari" Ketemu SYL

Safari Ramadan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo yang juga Ketua Golkar Sulsel tidak dihadiri Bupati Bone, HAM Idris Galigo, di Bone Jumat, 10 Agustus. Sikap Idris ini bertolak belakang dengan langkahnya mengundang balon wagub Sulsel Aziz Qahhar Mudzakkar, menghadiri malam Nuzul Alquran di Masjid raya Bone, baru-baru ini.

Idris yang juga ketua DPD II Golkar Bone hanya memerintahkan pelaksana tugas (Plt) Sekkab Bone, Achmad Amien untuk mewakilinya menemani Syahrul. "Bupati sedang ada urusan di Jakarta, sehingga tidak sempat hadir," terang Achmad Amien, seperti di lansir FAJAR.co.id.

Sikap Idris ini enggan ditanggapi Syahrul. Sikap Idris yang jarang membantu Andi Fahsar Padjalangi-Ambo Dalle (Ta'fadal) yang diusung Golkar, dan sebaliknya memperjuangkan anaknya Andi Irsan Idris Galigo, bukan masalah bagi Syahrul. "Saya ke sini dalam rangka kunjungan kerja," kelit mantan Bupati Gowa ini.

Di Bone yang masih kampung halaman Ilham, Syahrul menyerukan agar masyarakat tidak memilih pemimpin yang tidak mendukung pendidikan gratis. Seruan ini mengarah ke lawan politiknya, Ilham Arief Sirajuddin.
Wali kota Makassar itu memang beberapa kali bersilang pendapat dengan Pemprov Sulsel di bawah nakhoda Syahrul sebagai gubernur yang menerapkan program Pendidikan Gratis sebagai andalannya.

Syahrul berpendapat pendidikan kebutuhan dasar masyarakat. Anak-anak harus sekolah dan sesuai perintah agama dan undang-undang. Selain itu, pendidikan tidak membedakan status sosial masyarakat miskin dan kaya.

"Kandidat yang berkompetisi (di pilgub) adalah orang baik. Pilih yang terbaik, bukan berdasarkan suku, agama, atau ras. Tapi jangan pilih pemimpin yang tidak mendukung pendidikan gratis," seru Syahrul melalui tim pemenangannya.

Di Ulaweng, Syahrul dan timnya menemui tokoh masyarakat yang juga Kepala Desa Timusu, Petta Nanrang. Syahrul menganggap kedatangannya ke rumah Petta Nanrang ibarat pulang ke rumah sendiri, karena sosok berpengaruh itu juga mendukungnya di Pilgub 2007 lalu.

Petta Nanrang mengaku mendukung Syahrul sepenuhnya dan berjanji memenangkan Syahrul. Sikap diamnya selama ini, karena menanti kedatangan Syahrul.

Di Bone, Syahrul melakukan bedah rumah bersama Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) yang diketuai Irman Yasin Limpo yang tidak lain adik kandung yang juga Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulsel.

Sekretaris Provinsi Sulsel, Andi Muallim juga menyertai kunjungan Syahrul di Bone. Kendati beberapa pejabat Pemprov Sulsel menyertai kegiatan Syahrul, tidak dianggapnya mobilisasi PNS dalam kegiatan politik dengan dalih belum masuk tahapan pilgub

Spanduk Jangan Pilih Gubernur Narkoba Beredar

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan sekitar 50 spanduk bertuliskan 'Tolak Calon Gubernur Narkoba' yang tersebar di empat kecamatan di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan.

"Sekitar 50 lebih spanduk yang bertuliskan 'Tolak Gubernur Narkoba' yang ditertibkan Satpol PP. Spanduk yang beredar itu bisa memicu konflik sehingga petugas dengan cepat mencabut spanduk yang beredar di beberapa kecamatan," kata Kepala Kesbangpol Daud Kahal seperti dilansir di KOMPAS.com, Sabtu (11/8/2012).

Daud mengemukakan, spanduk yang dipasang yang mengatasnamakan Forum Rakyat Bulukumba itu telah dilaporkan ke Polres Bulukumba. Namun sampai saat ini, polisi belum dapat mengungkap atau menemukan pelaku yang memasang spanduk tersebut.

"Kita sudah melapor ke Polres, cuma belum ada hasil. Mudah-mudahan pelaku penyebar spanduk yang sifatnya provokator tersebut bisa terungkap," harap Daud.

Daud meminta agar warga Bulukumba tidak mudah terprovokator dengan kehadiran spanduk tersebut, apalagi menjelang Pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan yang tidak lama lagi akan digelar.

Warga Bulukumba Darmansyah mengaku sempat melihat spanduk yang tersebar di beberapa titik tempat umum. Selain tulisan 'Tolak Gubernur Narkoba' tersebut, dalam spanduk itu juga terdapat karikatur gambar pejabat partai Golkar yang sedang menunjuk ke Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo.

"Saya juga kaget ketika melihat spanduk itu. Spanduk tersebut ada juga karikaturnya yang mengarah ke bapak gubernur. Saya harap petugas bisa segera mengungkap pelaku penyebar spanduk yang sifatnya provokator," ujarnya.

Kamis, 09 Agustus 2012

Ishak Akan Dilantik Jadi Ketua Gerindra Bone

Meski kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Garindra Bone masih dipimpin oleh pelaksana tugas, namun Plt Ketua DPC Garindra Bone yang kini dijabat oleh Ishak mampu menggerakkan semua pengurus untuk membentangkan sayap GarudaNa di Kabupaten Bone.

"Sejumlah pimpinan anak cabang (PAC) partai sudah menghadap kepada saya untuk melanjutkan kepengurusan," ungkap Plt Ketua DPC Garindra Ishak, Rabu (8/8) saat dihubungi Tribun.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Garindra Sulsel Andi Rudianto Asapa yang memastikan akan mengukuhkan dan melantik pengurus partai di bawah pimpinan Ishak. Bahkan, Rudianto memastikan akan mendifitifkan Ketua DPC Garindra Bone setelah lebaran nanti sehingga untuk struktur pengurus partai akan diserahkan kepada Ishak untuk menentukan personilnya yang masih loyal.

"Kita akan melantik dan mendenitifkan pengurus DPC Gerindra Bone setelah lebaran, dan kepengurusan DPC akan diserahkan semuanya ke Ishak untuk menentukan personilnya dan tentu akan dipertahankan yang masih loyal," jelas Andi Rudiyanto Saat bertandang ke kediaman Ketua DPC PDIP Bone Andi Mappamadeng Dewang.

Pada kesempatan itu, Bupati Sinjai dua periode ini Andi Rudiyanto Asapa, mengungkapkan kalau kedatangannya di Bone adalah sebatas kunjungan silaturahim dengan keluarga. Kedatangan Andi Rudiyanto Asapa dan beberapa pejabat Kabupaten Sinjai di Bone selain disambut oleh pendukung dan simpatisannya. (sumber:tribun-timur.com)

NASIONAL

NEWS


PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD


PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI


LAW END CRIME