Menghimpun Lalu Mengabarkan Untuk Bone yang Lebih Baik

Minggu, 21 Agustus 2011

Pengamat : Bupati Keliru, Sekda Tergesa-Gesa

Usulan Bupati Bone untuk mencopot Sekretaris Daerah (Sekda) Bone Andi Amrullah, dinilai keliru. Tindakan itu terlalu tergesa-gesa dan sangat bernuansa politis.

Namun tindakan Sekda Andi Amrullah yang mengeritik Bupati juga tidak bisa dibenarkan. Sikap itu terlalu terburu-buru jika ujungnya adalah menaikkan citra menjelang pemilihan kepala daerah (pilkada) Bone 2013 mendatang.

Penilaian itu disampaiokan pengamat politik Unhas, Prof Dr Armin Arsyad seperti dilansir di tribun-timur.com, Sabtu (20/8/2011), menanggapi konflik internal yang berlarut-larut di daerah itu.

"Idris kan politisi, politisi itu kan harus menjaga kepentingannya. Jadi siapa yang mengkritisi maka akan berhadapan dengan kekuasaannya,"kata Armin.

"Kalau Amrullah mau selamat maka harus turut bupati. Secara faktual sekda itu kan benar tapi itu teori. Amrullah kalau mau selamat maka ia loyal terhadap bupati walaupun bupati sebenarnya salah," jelas Armin.

Armin menyarankan kepada Amrullah jika ingin mewujudkan mimpinya sebabagai Bupati Bone periode mendatang untuk melakukan reformasi total terhadap buruknya birokrasi Bone harus menahan diri dulu.

"Mestinya kalau mau maju pemilukada ya Sekda sabar dulu lah. Kalau sekarang sekda dianiaya bupati biarlah karena di dalam teori sosiologi itu bahwa siapa yang teraniaya maka ia akan dapat simpati dari masyarakat," jelas Armin.

Menurut Armin usulan bupati untuk pencopotan Amrullah adalah sebuah tindakan keliru,"usulan bupati ke gubernur pasti diterima karena orang Golkar tapi ini keliru," katanya lagi.

"Yang perlu jadi pertanyaan ke Idris adalah kenapa tergesa-gesa melakukan pencopotan kenapa tidak dibiarkan sampai pensiun karena kan sudah hampir mi juga. Dikhawatirkan ini adalah motif politik, ini tidak boleh," tegas Armin.

Sementara menurut anggota DPRD kabupaten Bone Fraksi PKS Ahmad Sugianto menilai upaya pencopotan Sekda oleh Bupati merupakan tindakan emosional.

"Karena tidak ada kejelasan regulasi mengenai apa-apa yang menjadi pelanggaran sekda sehingga harus dicopot. Sekda mengkritik bupati kan sifatnya konstruktif," kata Ahmad.

"Sekda ingin perbaikan birokrasi buat masa depan masyarkat Bone, jadi sekda betul, pencopotan itu tidak wajar, saya kira orang awam pun akan mengatakan tidak wajar," kata Ahmad.

Ahmad juga menilai bahwa respon Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo atas usulan Idris juga keliru. "Jika memang gubernur baik maka ia pasti tidak menerima usulan bupati begitu saja. Gubernur mesti turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi karena jangan sampai ini masalah pribadi dan jika keluar otonomi begitu saja maka hak otonom sudah melenceng,"tegas Ahmad

Menurut Ahmad, Jika Gubernur tetap melakukan pencopotan tersebut maka akan menimbulkan perpecahan terhadap masyarakat Bone,"kedua belah pihak kan masing-masing punya keluarga, keluarga sekda pasti marah akan pencopotan yang tidak berdasar," kata Ahmad

Sebagai seorang lagislator Ahmad bersaksi bahwa kinerja Amrullah selama menjadi sekda baik dan bekerja secara professional. "Pak Amrullah itu memiliki kinerja yang baik dan dia tidak pernah buat masalah serta selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"ungkap Ahmad.

Setelah Prof Armin dan Ahmad Sugianto, giliran anggota DPRD Kabupaten Bone Fraksi PBB Saifullah Latief empati kepada Amrullah.

Saifullah menilai bahwa usulan bupati terhadap pencopotan Amrullah tidak rasional. "Bupati jangan seenaknya melakukan pencopotan lantaran sekda punya keinginan politis, itu kan hak semua orang dan diatur undang-undang, bupati ini sudah tidak rasional,"kata Saifullah kepada Tribun.

Menurut Saifullah tindakan emosional Idris lebih didalangi unsur politik,"jadi tolong jangan pakai dendam politik karena masyarakat nanti jadi korban.

Meretas belitan kemelut ketimpangan birokrasi Bone dengan melakukan pencopotan, Saifullah menilai bukan sebagai solusi tapi malah menambah masalah.

"Rekomendasi Pencopotan sekda oleh gubernur ini benar-benar mengindikasikan bukan pemerintahan yang bersih tapi pemerintahan yang berpihak," kata Saifullah

"Gubernur mestinya jangan langsung memberikan rekomendasi pencopotan kepada bupati yang juga orang Golkar mestinya ditinjau dulu karena kalau tidak ini hanya akan mengacaukan masyarakat Bone"kata Saifullah

Menurut Saifullah usulan pencopotan tergesa-gesa tersebut tidak berdasar,"alasan bupati apa, sekda selama ini kan selalu bekerja dengan baik dan kooperatif, palanggaran apa dari sekda,"tegas Saifullah.

Saifullah membeberkan bahwa birokrasi Bone di bawah Idris Galigo tidak bejalan sebagaimana mestinya.

"SKPD tidak bekerja dengan baik karena orang-orang yang ditempatkan tidak sesuai dengan kompetensinya," ungkap Saifullah.

Sekda kepala Baperjakat tidak didikte terlalu jauh Idris Galigo selaku bupati,"kita bisa lihat masa orang pertanian ditempatkan di peternakan. Jadi jangan karena persolan kedekatan Bupati langsung angkat orang, biarlah sekda yang menentukan karena itu hak sekda,"kata Saifullah

Imbas kemelut birokrasi Bone sampai saat ini salah satunya, sudah dua tahun terakhir PAD Bone tidak mencapai target 50 persen.

Berita Terkait :

3 komentar:

Anonim mengatakan...

Hm.Hm.Hm.Hm.. Idris... Idris...

Anonim mengatakan...

ada salinan putusan gub.y gk?? can share please? soalnya q mau lihat alasan-alasan pemberhentiannya di SK.y.... thanks b4

. VITA HAYA .

Police Organization mengatakan...

ada sich vita tapi di Kantor Gubernur...hehe..memang betul kalau ada SK Pemberhentian kita bisa menyelesaikan tugas PTUN.

tapi saya juga mw tanya Sk buat penggantinya ada ga',,kalau ada knpa bisa langsung menduduki Kursi jabatan Sekda..

.ALDIWIN YUNUS.

Posting Komentar

NASIONAL

PEMILUKADA

OTONOMI DAERAH

SOSBUD

PILGUB

BONE NEWS

BIROKRASI

OPINI

LAW END CRIME